Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an untuk Syarat Tes Masuk Sekolah di Aceh, Pergunu Pidie Sambut Positif

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
November 2, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an untuk Syarat Tes Masuk Sekolah di Aceh, Pergunu Pidie Sambut Positif

Pergunu Pidie menyatakan komitmen untuk mendukung langkah Gubernur Mualem melalui berbagai kegiatan pembinaan guru, penguatan literasi Qur’ani, serta pelatihan metode pembelajaran Al-Qur’an yang kontekstual.

Pidie Jaya — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan komitmennya untuk menempatkan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan di Aceh.

Dalam sambutannya saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Meureudu, Sabtu malam (1/11/2025), Mualem menyampaikan rencana besar pemerintah Aceh untuk menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai salah satu syarat penting dalam proses seleksi pendidikan dan ketenagakerjaan, khususnya bagi umat Islam.

“Ke depan, sesuai visi dan misi kami, Al-Qur’an akan menjadi awal dari segala hal. Masuk sekolah SMA kita tes baca Al-Qur’an, masuk SMP harus tes baca Al-Qur’an, bahkan masuk TNI dan Polri pun akan kita upayakan ada tes baca Al-Qur’an. Insyaallah akan kami programkan ke depan supaya Aceh lebih maju dan makmur,” ujar Mualem disambut tepuk tangan para hadirin.

Kebijakan tersebut disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Pidie. Ketua Pergunu Pidie, Dr (C) Syarifuddin, M.Ag., menilai langkah Gubernur tersebut sejalan dengan semangat penguatan karakter Qur’ani yang selama ini telah ditumbuhkan di Aceh melalui berbagai program literasi keagamaan, salah satunya gerakan “One Day One Ayat” yang berkembang di sekolah-sekolah Pidie.

“Kebijakan ini memiliki makna strategis, karena akan menjadi moda dasar bagi keberhasilan program One Day One Ayat yang sudah kita jalankan. Syarat tes baca Al-Qur’an akan memastikan setiap siswa memiliki kemampuan awal yang memadai untuk membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an setiap hari. Jika pondasinya kuat, maka gerakan membaca satu ayat per hari bukan hanya menjadi rutinitas, melainkan gerakan pembiasaan yang mendidik dan membentuk karakter,” ujar Syarifuddin.

Ia menambahkan, bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan gerakan pendidikan berbasis Qur’ani tersebut akan memperkuat posisi Aceh sebagai daerah yang tidak hanya religius secara simbolik, tetapi juga substantif—menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup dalam dunia pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Kita berharap kebijakan ini menjadi inspirasi bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an secara berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, Aceh akan tumbuh sebagai daerah yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Riset dan Penelitian Pergunu Pidie, Muhammad Syawal, S.Sos., M.Pd., menilai rencana tes baca Al-Qur’an tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas literasi keagamaan di kalangan peserta didik.

“Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan pintu masuk menuju pemahaman yang lebih mendalam. Jika siswa mampu membaca dengan baik, maka mereka akan lebih mudah memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ini adalah bentuk literasi keagamaan yang sejati—membaca bukan sekadar melafalkan, tetapi juga menginternalisasi pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Syawal.

Pergunu Pidie menyatakan komitmen untuk mendukung langkah tersebut melalui berbagai kegiatan pembinaan guru, penguatan literasi Qur’ani, serta pelatihan metode pembelajaran yang kontekstual agar Al-Qur’an tidak hanya diajarkan, tetapi benar-benar dihidupkan di ruang-ruang belajar.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif. Dengan guru yang kompeten dan lingkungan yang mendukung, generasi Aceh akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” tegas Syarifuddin.

Pelaksanaan MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh, yang berlangsung mulai 1 hingga 8 November 2025, diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Lebih dari sekadar ajang kompetisi tilawah, kegiatan ini menjadi simbol semangat kolektif Aceh untuk meneguhkan kembali peran Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi, moral, dan kemajuan peradaban di Serambi Mekkah.[]

ShareTweetSendShare

Related Posts

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya
Dunia

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya

August 11, 2026
Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13
Daerah

Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13

August 11, 2026
Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina
Daerah

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

August 11, 2026
Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia
Daerah

Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia

August 11, 2026
Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum
Daerah

Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

August 11, 2026
Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh
Daerah

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh

August 11, 2026
Next Post
‎Pemkab Aceh Timur Didesak Tuntaskan Konflik Warga dengan PT Medco Malaka: Masyarakat Menuntut Hak dan Keadilan

‎Pemkab Aceh Timur Didesak Tuntaskan Konflik Warga dengan PT Medco Malaka: Masyarakat Menuntut Hak dan Keadilan

HGU Sawit di Aceh Sarat Masalah, Dukung Pemerintah Aceh Audit Menyeluruh

HGU Sawit di Aceh Sarat Masalah, Dukung Pemerintah Aceh Audit Menyeluruh

Discussion about this post

Recommended Stories

Wapres Ma’ruf Amin targetkan Indonesia menjadi produsen halal dunia di 2024

January 1, 2023
Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

December 6, 2025
Rekin Aceh Soroti Polemik Kunjungan Gubernur Aceh ke Menteri Pertanian

Rekin Aceh Soroti Polemik Kunjungan Gubernur Aceh ke Menteri Pertanian

August 6, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!