Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

12.638 Hektare Kebun Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 9, 2026
Reading Time: 1 min read
0
12.638 Hektare Kebun Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana

Data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor mencatat, seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Aceh Tengah – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 lalu berdampak serius terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan kopi. Data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor mencatat, seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa berdasarkan Laporan Pantauan Data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tengah per 2 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 14 kecamatan dan 295 kampung.

Tercatat ada 58 titik pengungsian dengan total 7.899 jiwa mengungsi, termasuk 587 orang yang berasal dari luar Kabupaten Aceh Tengah. “Jumlah warga terdampak secara keseluruhan mencapai 234.710 jiwa,” kata Murthalamuddin, Jum’at (9/1/2026).

Selanjutnya, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal dunia dan 4 orang masih dinyatakan hilang. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 41 ibu hamil, 305 ibu melahirkan, 76 ibu menyusui, 184 balita, 94 bayi, serta 725 lansia.

Lebih lanjut, Murthalamuddin menyebutkan bahwa terdapat wilayah terisolir dengan jumlah masyarakat terdampak mencapai 11.657 jiwa yang tersebar di satu kecamatan dan 26 kampung.

Kerusakan harta benda juga dilaporkan cukup signifikan, dengan 4.426 unit rumah mengalami kerusakan. Di sektor pertanian selain kopi, bencana turut merusak 4.100 hektare lahan cabai, 2.787 hektare sawah, serta 38,32 hektare area perikanan.

Pada sektor infrastruktur, tercatat 306 ruas jalan, 179 titik jembatan, dan 130 jaringan irigasi mengalami kerusakan. Fasilitas umum yang terdampak meliputi 4 unit kantor, 124 rumah ibadah, 72 sekolah, 12 pondok pesantren, 8 puskesmas, 9 pustu, dan 81 polindes.

Selain itu, sebanyak 235 tiang listrik dilaporkan rusak dengan jaringan listrik terdampak di 56 desa. Kerusakan juga terjadi pada 101 unit sarana air bersih, gangguan akses telekomunikasi di 91 desa, terputusnya akses transportasi darat, serta kerusakan pada 78 objek wisata dan 65 unit fasilitas olahraga. []

Tags: Aceh Tengahpenanganan bencanaPosko Penanganan Bencana Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana
Daerah

PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana

August 13, 2026
Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026
Daerah

Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026

August 13, 2026
Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh
Daerah

Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh

August 13, 2026
Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara
Ekonomi

Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara

August 13, 2026
Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat
Daerah

Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat

August 13, 2026
Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan
Daerah

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

August 12, 2026
Next Post
Memahami Polemik Bank Aceh

Hegemoni Amerika Serikat dan Alasan Dibalik Perang

Agar Anak Bisa Kembali Belajar, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLBN Aceh Tamiang

Agar Anak Bisa Kembali Belajar, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLBN Aceh Tamiang

Discussion about this post

Recommended Stories

Pengibaran bendera merah putih pertama di Aceh dalam Tahun 1945

Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Aceh dalam Tahun 1945

August 3, 2025
Kelangkaan Semen di Aceh, Pabrik Semen Laweung Dinilai Sudah Saatnya Beroperasi

Kelangkaan Semen di Aceh, Pabrik Semen Laweung Dinilai Sudah Saatnya Beroperasi

August 8, 2026
Sarat Makna Filosofis, Artwork Aceh Film Festival 2025 Diperkenalkan

Sarat Makna Filosofis, Artwork Aceh Film Festival 2025 Diperkenalkan

September 2, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!