Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Uncategorized

YLBHI: Perpu UU Cipta Kerja bentuk otoritarianisme Jokowi

TINJAUAN.ID by TINJAUAN.ID
January 1, 2023
Reading Time: 2 mins read
0

 

Pemerintah mengumumkan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) No. 2 Tahun 2022tentang UU Cipta Kerja, Jumat (30/12/2022) yang dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi pada 25 November 2021 melalui Putusan No. 91/PUU-XVIII/2020.

Dalam Putusan tersebut, MK memerintahkan pembentuk Undang-Undang untuk melakukan perbaikan dalam jangka waktu paling lama dua tahun sejak putusan diucapkan. Apabila dalam tenggang waktu tersebut tidak dilakukan perbaikan, maka UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional secara permanen.

Selain itu, MK juga memerintahkan Pemerintah untuk menangguhkan segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

YLBHI menilai penerbitan PERPU ini sebagai bentuk pembangkangan, pengkhianatan atau kudeta terhadap Konstitusi RI, dan merupakan gejala yang makin menunjukkan otoritarianisme pemerintahan Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua YLBHI Muhammad Isnur dalam siaran persnya.

“Ini semakin menunjukkan bahwa Presiden tidak menghendaki pembahasan kebijakan yang sangat berdampak pada seluruh kehidupan bangsa dilakukan secara demokratis melalui partisipasi bermakna, sebagaimana diperintahkan MK,” terang Isnur.

YLBHI menganggap Presiden justru menunjukkan bahwa kekuasaan ada di tangannya sendiri, tidak memerlukan pembahasan di DPR, tidak perlu mendengarkan dan memberikan kesempatan publik berpartisipasi. Hal ini jelas bagian dari pengkhianatan konstitusi dan melawan prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis.

Lebih lanjut YLBHI menjelaskan, Presiden seharusnya mengeluarkan PERPU Pembatalan UU Cipta Kerja sesaat setelah UU Cipta Kerja disahkan, karena penolakan yang massif dari seluruh elemen masyarakat. Tetapi, saat itu Presiden justru meminta masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja melakukan judicial review. Saat MK memutuskan UU Cipta Kerja inkonstitusional, Presiden justru mengakalinya dengan menerbitkan PERPU.

“Perintah Mahkamah Konstitusi jelas bahwa Pemerintah harus memperbaiki UU Cipta Kerja, bukan menerbitkan PERPU. Dampak perang Ukraina-Rusia dan ancaman inflasi dan stagflasi yang membayangi Indonesia adalah alasan yang mengada-ada dan tidak masuk akal dalam penerbitan PERPU ini, ” tegas Isnur.

Lebih lanjut YLBHI mengungkapkan, alasan kekosongan hukum juga alasan yang tidak berdasar dan justru menunjukkan inkonsistensi dimana pemerintah selalu mengklaim UU Cipta Kerja masih berlaku walau MK sudah menyatakan inkonstitusional.

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi dalam putusannya juga melarang pemerintah membentuk peraturan-peraturan turunan pelaksana dari UU Cipta Kerja yang telah dinyatakan Inkonstitusional bersyarat.

Tags: hukumjokowiotoritarianismeperpu cipta kerjapolitikUU cipta kerja
ShareTweetSendShare

Related Posts

TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026
Uncategorized

TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026

August 11, 2026
Di Balik Asap dan Butiran Garam, Kisah Ketekunan Petani Garam Blang Lancang
Daerah

Di Balik Asap dan Butiran Garam, Kisah Ketekunan Petani Garam Blang Lancang

August 9, 2026
Potensi Besar Hilirisasi Perkebunan Aceh, Penciptaan Ragam Produk Turunan Hingga Bioenergi
Uncategorized

Potensi Besar Hilirisasi Perkebunan Aceh, Penciptaan Ragam Produk Turunan Hingga Bioenergi

August 9, 2026
Rekin Aceh Soroti Polemik Kunjungan Gubernur Aceh ke Menteri Pertanian
Uncategorized

Rekin Aceh Soroti Polemik Kunjungan Gubernur Aceh ke Menteri Pertanian

August 6, 2026
Aceh Butuh Tambahan Semen, Wagub Dek Fadh Sampaikan ke Mendagri dan Danantara
Uncategorized

Aceh Butuh Tambahan Semen, Wagub Dek Fadh Sampaikan ke Mendagri dan Danantara

August 6, 2026
Membangun Generasi Masa Depan Lewat AI dan Coding di Sekolah
Opini

LGBT di Tengah Masyarakat dan Penyebaran HIV/AIDS

August 2, 2026
Next Post

Inflasi dan ketidakpastian politik jelang pemilu jadi hambatan ekonomi 2023

Kim Jong Un minta Korut buat rudal arsenal nuklir lebih besar

Discussion about this post

Recommended Stories

Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Minta Publik Jangan Terpengaruh Fitnah Dana BTT BPBA

ARAH Sambut Baik Penunjukan Plt. Ketua Demokrat Aceh: Rian Syaf Simpul Penting Koalisi Mualem-Dekfadh

January 27, 2026
Gubernur Aceh Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Blang Padang

Gubernur Aceh Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Blang Padang

August 17, 2025
Menyadari Pentingnya Upaya Mitigasi Bencana

Menyadari Pentingnya Upaya Mitigasi Bencana

December 24, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!