Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pemerintah Aceh Ajak Santri Jaga NKRI dan Perdamaian Aceh, Jadi Benteng Akidah di Perbatasan

TINJAUAN.ID by TINJAUAN.ID
August 20, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Aceh Tenggara – Pemerintah Aceh mengajak para santri dan ulama untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus merawat perdamaian Aceh yang telah terbangun.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd.I., M.Pd.I., saat menjadi inspektur Apel Tahunan Dayah Perbatasan Darul Amin di Aceh Tenggara, Kamis (20/8/2026).

Apel tahunan tersebut diikuti para santri, orang tua santri, dewan guru, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam amanatnya, Muhsin mengatakan perjalanan kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran santri dan ulama. Perjuangan tersebut tidak hanya dilakukan melalui perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi bangsa.

“Pesantren memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan melawan penjajahan, merebut kemerdekaan, hingga mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Muhsin.

Menurutnya, dayah memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Karena itu, santri diharapkan meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga persaudaraan sesama anak bangsa.

Muhsin mengatakan tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perlawanan fisik, kini santri menghadapi tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

“Jihad hari ini tidak lagi kita artikan sebagai pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, tetapi perjuangan intelektual yang penuh semangat dalam membantu umat menyelesaikan problematika kehidupan,” katanya.

Menurut Muhsin, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan dayah yang memperkuat pemahaman agama, ilmu pengetahuan, akhlak, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai perdamaian.

Ia berharap para santri terus berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Silaturahmi dan persaudaraan juga perlu terus dirawat sebagai modal penting dalam menjaga persatuan.

Santri Diminta Rawat Perdamaian Aceh

Selain menjaga keutuhan NKRI, Muhsin secara khusus mengingatkan para santri untuk ikut merawat perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Menurutnya, nilai-nilai perdamaian perlu ditanamkan kepada generasi muda agar pengalaman konflik masa lalu menjadi pelajaran dan tidak kembali terulang.

“Jaga keutuhan dan kesatuan NKRI, hormati Pancasila, UUD 1945, amalkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan hormati pula perjanjian damai MoU Helsinki sebagai bagian penting dari perjalanan perdamaian Aceh,” ujar Muhsin.

Ia menilai santri memiliki peran penting dalam menjaga suasana damai karena pendidikan dayah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian atau khidmah kepada masyarakat.

Jadi Benteng Akidah di Perbatasan

Muhsin juga mendorong para santri Dayah Perbatasan Darul Amin untuk menjadi benteng akidah sekaligus penjaga nilai kebangsaan di wilayah perbatasan Aceh.

Menurutnya, keberadaan dayah di kawasan perbatasan memiliki arti strategis. Selain menjadi pusat pendidikan Islam, dayah dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlak, mencintai tanah air, dan mampu menjaga perdamaian.

“Santri harus menjadi pelopor perdamaian dan keadilan serta mampu menjadi benteng akidah di wilayah perbatasan,” katanya.

Dengan bekal pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan wawasan kebangsaan, santri diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Apel Tahunan Dayah Perbatasan Darul Amin berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Dayah Perbatasan Darul Amin, Abuya Muchlisin Desky, bersama dewan guru, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan yang melibatkan para santri menjadi penegas bahwa dayah di wilayah perbatasan tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter, penguatan akidah, penanaman semangat kebangsaan, dan pewarisan nilai-nilai perdamaian Aceh untuk generasi mendatang.

Tags: Aceh TenggaraDinas Dayah AcehDinas Pendidikan Dayah AcehSantri
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar
Daerah

Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar

September 24, 2026
Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh
Daerah

Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh

September 20, 2026
Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”
Daerah

Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”

September 20, 2026
Next Post
Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aceh Berpotensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun

Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aceh Berpotensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun

BEM USK Beri Rekomendasi Terkait UUPA, Transparansi Dana Otsus, dan Kemandirian Ekonomi

BEM USK Beri Rekomendasi Terkait UUPA, Transparansi Dana Otsus, dan Kemandirian Ekonomi

Discussion about this post

Recommended Stories

Kak Ana Apresiasi Produk Kerajinan Dekranasda Aceh Timur, Mulai dari Anyaman Pandan hingga Songket

Kak Ana Apresiasi Produk Kerajinan Dekranasda Aceh Timur, Mulai dari Anyaman Pandan hingga Songket

September 14, 2025
Bupati Aceh Besar Syech Muharram Lantik Sejumlah Pejabat Administrator di Jajaran Pemkab Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Syech Muharram Lantik Sejumlah Pejabat Administrator di Jajaran Pemkab Aceh Besar

November 3, 2025
Soal Permohonan Tambahan Anggaran Aceh, Jubir Nurlis: Masih Dipelajari Pusat

Soal Permohonan Tambahan Anggaran Aceh, Jubir Nurlis: Masih Dipelajari Pusat

May 20, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!