Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Risman: Jadikan Spirit Aceh–Bugis untuk Kejayaan Sektor Pertanian

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 9, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Risman: Jadikan Spirit Aceh–Bugis untuk Kejayaan Sektor Pertanian

Banda Aceh — Pemerhati politik dan pemerintahan, Risman A. Rachman, mengajak masyarakat Aceh untuk tidak memperpanjang polemik terkait video Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sempat viral. Menurutnya, persoalan itu sudah selesai setelah Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian sama-sama memberikan penjelasan resmi.

“Kalau kedua belah pihak sudah menjelaskan duduk perkaranya, semestinya ruang curiga ditutup. Yang perlu kita lebarkan justru ruang kerjasama yang lebih agresif, apalagi Pak Amran itu orang Bugis. Jadi jangan dimusuhi, tapi diajak lebih agresif agar beliau mendapat kredit poin berlebih dari Aceh, sebagaimana keturunan Bugis di masa lalu,” ujar Risman, Minggu (9/8/2026).

Sebagaimana diketahui, sejarah panjang hubungan Aceh–Bugis kerap menghadirkan persatuan. Dari Putroe Sani di masa Kesultanan hingga Jusuf Kalla dan Hamid Awwaluddin yang memediasi lahirnya MoU Helsinki, peran Bugis selalu menjadi energi pemersatu, kata Risman.

Ia mengingatkan, kerjasama agresif ini semakin penting mengingat daya rusak bencana terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Aceh. Data Satgas PRR menunjukkan, lebih dari 57 ribu hektare sawah di Aceh rusak akibat bencana, dengan rincian 27.483 ha rusak ringan, 13.405 ha rusak sedang, dan 16.283 ha rusak berat. Dari target pemulihan 31.464 ha, baru sekitar 7.357 ha (23,38%) yang selesai konstruksi. “Kita tidak bisa lagi bekerja setengah hati. Bencana alam berulang kali merusak lahan dan produksi. Karena itu, spirit persaudaraan Aceh–Bugis harus kita hidupkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun kembali sektor pertanian,” tegasnya.

Menjelang peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus mendatang, Risman mengajak publik menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi bersama untuk merawat ikatan persaudaraan lintas generasi.

“Spirit inilah yang perlu kita hidupkan kembali: kita kawan, bukan musuh. Kita pererat persahabatan, kita perkuat perdamaian, dan kita jelang kemajuan bersama melalui jalan membenahi sektor pertanian dan perkebunan,” ujarnya.

Ia menutup dengan harapan, jika dulu Jusuf Kalla berperan mengakhiri konflik panjang, maka kini Menteri Amran Sulaiman dapat memajukan pertanian dan perkebunan Aceh.

Sebelumnya, Jabal Sab melalui beranda Facebook-nya menulis tentang akar sejarah panjang hubungan Aceh–Bugis. Ia menyebut Daeng Mansyur atau Teungku Chik Di Reubee, tokoh Bugis, pernah menjadi bagian keluarga kerajaan Aceh. Putrinya, Putroe Sani, menikah dengan Sultan Iskandar Muda dan melahirkan Meurah Pupok serta Sulthanah Safiyatuddin. Bahkan, beberapa generasi setelahnya, keluarga berdarah Bugis dari era Maharajalela turut didapuk menjadi Sultan Aceh. Jabal menulis, “begitulah sekelumit hubungan Aceh–Bugis. Mereka tak dianggap orang luar, bahkan didapuk menjadi Sultan.”[]

Tags: AcehAmran SulaimanBugismualempertanian
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar
Daerah

Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar

September 24, 2026
Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh
Daerah

Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh

September 20, 2026
Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”
Daerah

Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”

September 20, 2026
Next Post
Sayuti Abubakar Calon Kuat Ketua DPD Demokrat Aceh, 20 DPC Nyatakan Dukungan

Wali Kota Lhokseumawe Berhasil Perjuangkan Tambahan DAU Rp86,95 Miliar, Perkuat Fiskal Daerah

Griya Bradeun, Hunian di Lereng Bukit Peukan Bada dengan Suasana Asri

Griya Bradeun, Hunian di Lereng Bukit Peukan Bada dengan Suasana Asri

Discussion about this post

Recommended Stories

Nabi Wajib Dicintai, Namun Cinta Butuh Bukti

Nabi Wajib Dicintai, Namun Cinta Butuh Bukti

September 4, 2026
Menyikapi Kelangkaan Semen: Apakah Wacana Semen Laweung Perlu Ditinjau Ulang? 

Menyikapi Kelangkaan Semen: Apakah Wacana Semen Laweung Perlu Ditinjau Ulang? 

August 7, 2026
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

June 3, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!