Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kelangkaan Semen di Aceh, Pabrik Semen Laweung Dinilai Sudah Saatnya Beroperasi

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 8, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Kelangkaan Semen di Aceh, Pabrik Semen Laweung Dinilai Sudah Saatnya Beroperasi

Banda Aceh – Kelangkaan semen yang terjadi di Aceh dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat dan dapat mengganggu aktivitas pembangunan di berbagai daerah. Di tengah persoalan tersebut, keberadaan Pabrik Semen Laweung di Kabupaten Pidie dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan semen di Aceh.

Persoalan keberlanjutan pabrik Semen Laweung yang mangkrak tersebut dinilai tidak boleh luput dari perhatian pemerintah.

Hal itu disampaikan Teguh Agam Di Pidieya, mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Syiah Kuala. Menurutnya, persoalan kelangkaan semen tidak cukup hanya diselesaikan dengan langkah-langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini.

“Kelangkaan semen di Aceh saat ini harus menjadi perhatian serius karena dampaknya sudah dirasakan masyarakat. Di tengah kondisi ini, kita memiliki Pabrik Semen Laweung di Pidie yang secara potensi dapat menjadi bagian dari solusi kebutuhan semen di Aceh,” ujar Teguh.

Teguh yang juga putra daerah asal Laweung, Pidie ini berharap Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat dapat melihat persoalan industri semen di Aceh secara lebih menyeluruh, termasuk mencari akar persoalan yang menyebabkan Pabrik Semen Laweung belum dapat beroperasi secara optimal.

Menurutnya, pemerintah perlu membangun solusi jangka panjang dengan menghidupkan kembali potensi industri yang sudah tersedia di Aceh, sehingga daerah tidak bergantung pada pasokan semen dari luar.

“Kami berharap pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat dapat melihat persoalan ini sampai ke akar masalah dan segera mencari jalan keluar bersama pihak terkait. Bukan hanya bagaimana mengatasi kelangkaan semen hari ini, tetapi bagaimana Aceh memiliki solusi jangka panjang dengan menghidupkan potensi industri yang sudah ada,” katanya.

Teguh juga meminta agar Pabrik Semen Laweung tidak dibiarkan tanpa kepastian. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius agar terdapat langkah konkret untuk melanjutkan proyek tersebut.

Ia menilai keberadaan industri semen tidak semata-mata berkaitan dengan produksi dan distribusi bahan bangunan, tetapi juga memiliki dampak lebih luas terhadap pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, aktivitas ekonomi dan penguatan kemandirian Aceh.

“Ini bukan hanya soal pabrik, tetapi menyangkut kebutuhan pembangunan, lapangan kerja, perputaran ekonomi, dan kemandirian Aceh,” ujarnya.

Teguh mengingatkan, kondisi kelangkaan semen yang terjadi saat ini semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali berbagai potensi industri yang dimiliki Aceh.

“Jangan sampai saat semen langka, potensi yang kita miliki sendiri justru dibiarkan terbengkalai. Kami berharap persoalan ini benar-benar mendapatkan perhatian dan segera ditemukan jalan keluar yang terbaik bagi kemandirian maupun ketahanan daerah,” pungkasnya.[]

Tags: AcehEKonomiFISIP USKkelangkaan semenSemen Laweung
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar
Daerah

Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar

September 24, 2026
Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh
Daerah

Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh

September 20, 2026
Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”
Daerah

Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”

September 20, 2026
Next Post
Potensi Besar Hilirisasi Perkebunan Aceh, Penciptaan Ragam Produk Turunan Hingga Bioenergi

Potensi Besar Hilirisasi Perkebunan Aceh, Penciptaan Ragam Produk Turunan Hingga Bioenergi

DPMPTSP Aceh Perkuat Kemitraan Ekonomi Melalui Aceh Business Forum Aceh-Malaysia 2026

DPMPTSP Aceh Perkuat Kemitraan Ekonomi Melalui Aceh Business Forum Aceh-Malaysia 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PT PEMA Raih Serambi Awards 2026 sebagai “Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh”

PT PEMA Raih Serambi Awards 2026 sebagai “Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh”

September 1, 2026
Kak Na: TP Posyandu Aceh Dukung Upaya Kemenkes Capai Target Cakupan Vaksinasi dan IDL

Kak Na: TP Posyandu Aceh Dukung Upaya Kemenkes Capai Target Cakupan Vaksinasi dan IDL

May 23, 2026
Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran

Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran

June 19, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!