TINJAUAN.ID | Elon Musk baru-baru ini mengunggah cuitan dalam bahasa Mandarin yang menyebutkan bahwa putranya sedang belajar bahasa Mandarin, anal-anak sejumlah tokoh penting dunia disebut diajarkan bahasa Mandarin.
Keluarga Musk ternyata bukan satu-satunya keluarga kaya yang tertarik mempelajari bahasa resmi Cina ini beberapa cucu Donald Trump juga sedang mempelajarinya, begitu pula anak-anak bos Amazon Jeff Bezos dan CEO Meta Mark Zuckerberg.
Pangeran George, putra tertua Pangeran William dan Catherine, Princess of Wales, dikabarkan pernah belajar sedikit bahasa Mandarin saat di sekolah dasar.
Kerry Brown, profesor kajian China dan direktur Lau China Institute di King’s College London, menjelaskan bahwa mengingat ekonomi Cina merupakan yang terbesar kedua di dunia, orang-orang kaya dan berkuasa punya motivasi jelas untuk mempelajarinya.
“Mempelajari bahasa Mandarin masuk akal bagi siapa pun yang tertarik pada dunia bisnis, bahkan bagi mereka yang skeptis terhadap Cina,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian tokoh ini benar-benar percaya keterlibatan ekonomi dengan China adalah masa depan.
Mengenai anak-anak sejumlah tokoh dunia yang diajarkan bahasa Mandarin, Brown beranggapan, “sebagian tokoh ini, menurut saya, benar-benar percaya bahwa keterlibatan ekonomi dengan Cina adalah masa depan.”
Ia menambahkan bahwa mempelajari bahasa Mandarin membuka peluang diplomatik yang bisa membantu memperkuat hubungan dengan Beijing, seperti saat cucu Trump, Arabella Kushner, menyanyikan lagu berbahasa Mandarin pada 2017 ketika Presiden China melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat.
“Ketika Trump menampilkan cucunya menyanyikan lagu Cina di depan Xi Jinping, itu adalah diplomasi yang baik,” katanya.
Pihak Meta menolak memberikan komentar terkait Zuckerberg, sementara Jeff Bezos, Elon Musk, dan menantu Trump, Jared Kushner, tidak memberikan tanggapan, seperti dilansir ABC.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam kunjungannya baru-baru ini ke Beijing bahwa lebih dari 100.000 warga Rusia sedang belajar bahasa Cina, dan 20.000 di antaranya belajar langsung di Cina.
Juru bicara pers Rusia, Dmitry Peskov, dilaporkan media pemerintah, mengatakan bahwa putrinya bisa berbahasa Cina lebih dulu sebelum bahasa Rusia, berkat pengasuh yang tinggal bersama keluarga mereka.
Mantan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, fasih berbahasa Mandarin dan pernah menjamu beberapa pejabat pemerintah China dengan menggunakan bahasa tersebut selama masa jabatannya.
Namun menurut Dr Brown, sangat sedikit orang yang mempelajari bahasa Mandarin di tingkat universitas di negara-negara Barat seperti Australia dan Inggris.
Ia berharap anak-anak dari keluarga berpengaruh ini kelak bisa menjadi “duta” bagi pembelajaran bahasa Mandarin, meski sulit diketahui seberapa dalam penguasaan bahasa mereka sebenarnya.
“China itu lebih rumit, lebih sulit dipahami dibanding Prancis atau Jerman bagi orang Eropa, atau bagi seseorang dengan latar belakang budaya Eropa. Jadi kita memang harus melakukan investasi itu jika ingin berhubungan dengan negara ini secara setara,” katanya.
Berdasarkan data global, sekitar 990 juta orang di dunia menuturkan bahasa Mandarin sebagai bahasa ibu, merujuk basis data bahasa Ethnologue, dengan angka naik menjadi 1,18 miliar jika termasuk penutur bahasa kedua
Di Australia sendiri, sensus 2021 mencatat 685.274 orang berbicara Mandarin di rumah mereka.[]










Discussion about this post