Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 13, 2026
Reading Time: 1 min read
0
Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

KOTA JANTHO – Museum Indrapurwa di Peukan Bada, Aceh Besar yang dikelola Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB) resmi dibuka untuk umum setelah melalui proses kurasi koleksi selama satu bulan terakhir. Kehadiran museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus pelestarian sejarah Aceh bagi masyarakat.

Peresmian operasional museum tersebut turut diwarnai dengan kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi SS, bersama tim dalam rangka survei registrasi museum, di Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (12/4/2026).

Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah mengatakan, museum tersebut dirancang sebagai ruang edukatif yang interaktif, dengan menghadirkan berbagai koleksi bersejarah yang autentik sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda.

“Museum ini menampilkan berbagai artefak penting, mulai dari peninggalan prasejarah, benda-benda bersejarah kerajaan, hingga dokumentasi perkembangan sosial dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Museum Indrapurwa tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

“Kehadiran Museum Indrapurwa diharapkan dapat menjadi pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan museum tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Aceh Besar yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Ke depan, museum ini ditargetkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan. Museum Indrapurwa siap menjadi ikon baru dalam pelestarian sejarah sekaligus sarana rekreasi yang bernilai edukatif,” ungkap Saifullah.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung berdirinya museum tersebut, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta unsur pemerintah kecamatan Peukan Bada.

“Terima kasih kepada Kepala BPK Wilayah I Aceh dan tim yang telah mengunjungi kami dalam rangka survei pendaftaran museum, serta kepada Pemkab Aceh Besar dan seluruh pihak yang telah mendukung Museum Indrapurwa,” tutupnya.(**)

Tags: Aceh BesarmuseumPemkab Aceh BesarSejarahwisata
ShareTweetSendShare

Related Posts

Disdikbud Aceh Besar Gelar IHT Pembelajaran Koding dan AI di SDN 1 Peukan Bada
Daerah

Disdikbud Aceh Besar Gelar IHT Pembelajaran Koding dan AI di SDN 1 Peukan Bada

October 27, 2026
Bupati Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Daerah

Bupati Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

October 27, 2026
Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Naik Signifikan Tembus 40 Persen, Mualem-Dek Fadh Monitor Ketat
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Naik Signifikan Tembus 40 Persen, Mualem-Dek Fadh Monitor Ketat

October 27, 2026
Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah
Daerah

Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

October 24, 2026
Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh
Daerah

Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh

October 24, 2026
John Anderson dan Sejarah Aceh Abad ke-19: Negeri Maritim di Tengah Perebutan Pengaruh Inggris dan Belanda
Sejarah

John Anderson dan Sejarah Aceh Abad ke-19: Negeri Maritim di Tengah Perebutan Pengaruh Inggris dan Belanda

October 22, 2026
Next Post
Bersama Studiosa, Nazar Apache Lahirkan 350 Karya Musik dan Orbit Lebih 20 Musisi Aceh

Bersama Studiosa, Nazar Apache Lahirkan 350 Karya Musik dan Orbit Lebih 20 Musisi Aceh

Tindak Lanjuti Gerakan Indonesia ASRI, ASN ESDM Aceh Bersihkan Lingkungan Kantor

Tindak Lanjuti Gerakan Indonesia ASRI, ASN ESDM Aceh Bersihkan Lingkungan Kantor

Discussion about this post

Recommended Stories

Dari NU untuk Indonesia: Membangun Demokrasi Berbasis Meritokrasi

Dari NU untuk Indonesia: Membangun Demokrasi Berbasis Meritokrasi

August 31, 2026
“Centang Gajah”: Donasi Desain untuk Penguatan Dashboard Tanggapi Aceh Berbasis Data

“Centang Gajah”: Donasi Desain untuk Penguatan Dashboard Tanggapi Aceh Berbasis Data

April 11, 2026
60 Unit Huntara Kembali Dibangun di Langkahan Aceh Utara

Hampir 92 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Aceh Utara Terbanyak

January 19, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!